About Me
- hamid syahid
- sometimes it was difficult to tell the truth, bitter to feel, and heavy to implement.
Blog Archive
Pengikut
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Kamis, April 22, 2010
Negeri Para Bedebah
Karya:Adhie Massardi
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
Rabu, April 21, 2010
Pernahkah
Pernahkah mencintai orang lain dengan sangat meski tau ia
bukan orang yang baik untuk kita?
Pernahkah tersengat rasa rindu yang amat dalam hingga kita.merasa dingin di tengah hawa panas karena ia begitu jauh.dan kita tidak mampu berbuat apa-apa untuk mengubah
kenyataan itu?
Pernahkah merasa meleleh sesaat dan ingin menyatu saja.dengan bumi karena tak kuat mengingat segala kenangan tentangnya?
Pernahkah memiliki bentangan maaf yang luas walau ia telah
menyakiti kita bertubi-tubi?
Pernahkah memiliki tenaga ekstra untuk bertahan menantinya
walau kita tau ia tak akan datang?
Pernahkah berlari ribuan kilo meter di jalan kehidupan,
mencari yang lebih baik darinya, tapi ternyata hati ini
tidak pernah menemukan dan kemudian merasa putus asa?
Pernahkah menangis karena begitu sangat ingin tau kabarnya
tapi takut nanti menemukan kenyataan bahwa ia jauh lebih
bahagia saat ini dan sudah menghempas kita dalam masa
lalunya?
Pernahkah terasa miris saat tanpa sengaja mendengar ia
memiliki pengganti kita tapi kita tak kunjung berhenti
mencintainya?
Pernahkah pada akhirnya menyerahkan segala rasa kepada
Tuhan dan berharap Tuhan akan memiliki keadilan atas semuaa ni??
Pernahkah berharap Tuhan menyampaikan semua ini padanya,
hanya padanya?
bukan orang yang baik untuk kita?
Pernahkah tersengat rasa rindu yang amat dalam hingga kita.merasa dingin di tengah hawa panas karena ia begitu jauh.dan kita tidak mampu berbuat apa-apa untuk mengubah
kenyataan itu?
Pernahkah merasa meleleh sesaat dan ingin menyatu saja.dengan bumi karena tak kuat mengingat segala kenangan tentangnya?
Pernahkah memiliki bentangan maaf yang luas walau ia telah
menyakiti kita bertubi-tubi?
Pernahkah memiliki tenaga ekstra untuk bertahan menantinya
walau kita tau ia tak akan datang?
Pernahkah berlari ribuan kilo meter di jalan kehidupan,
mencari yang lebih baik darinya, tapi ternyata hati ini
tidak pernah menemukan dan kemudian merasa putus asa?
Pernahkah menangis karena begitu sangat ingin tau kabarnya
tapi takut nanti menemukan kenyataan bahwa ia jauh lebih
bahagia saat ini dan sudah menghempas kita dalam masa
lalunya?
Pernahkah terasa miris saat tanpa sengaja mendengar ia
memiliki pengganti kita tapi kita tak kunjung berhenti
mencintainya?
Pernahkah pada akhirnya menyerahkan segala rasa kepada
Tuhan dan berharap Tuhan akan memiliki keadilan atas semuaa ni??
Pernahkah berharap Tuhan menyampaikan semua ini padanya,
hanya padanya?
Langganan:
Postingan (Atom)
My Website
Labels
Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani
Categories
- Big Companies (2)
- Biografi (3)
- Browser (1)
- gadget (1)
- Komputer (1)
- Misteri (2)
- Mitologi (1)
- Operating System (5)
- Phone (1)
- Sajak (2)
- Situs (3)
- Tips n Trick (1)
- Website (1)
